Sejarah singkat
Dari Kampung Padasuka untuk Dunia
Saung Angklung Udjo didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena
dan istrinya, Uum Sumiati, di tanah keluarga mereka di Padasuka,
Bandung. Berawal dari tekad sederhana untuk melestarikan seni
angklung tradisional Sunda, Pak Udjo membangun sebuah saung kecil
yang menjadi rumah bagi ratusan anak-anak kampung yang ingin
belajar bermain musik.
Hari ini, Saung Angklung Udjo telah berkembang menjadi salah satu
pusat budaya paling berpengaruh di Asia Tenggara. Pada November
2010, UNESCO secara resmi mengakui angklung sebagai Warisan Budaya
Tak Benda Kemanusiaan, sebuah pengakuan yang tidak lepas dari
peran Saung Angklung Udjo dalam memperkenalkan angklung ke lebih
dari 50 negara di dunia.
Lebih dari sekadar tempat wisata, SAU adalah sekolah kehidupan
tempat nilai kebersamaan, kreativitas, dan cinta budaya ditanamkan
sejak dini.
Explore our experience →